Persawahan di Desa Lung Fala

1763620980200.jpeg

Desa lung fala merupakan desa yang terletak paling ujung di kecamatan mentarang hulu, yang Sebagian besar masyarakat desanya petani. Oleh sebab itu desa lung fala memiliki luas persawahan kurang lebih sekitar 28 Ha. yang dimana pengetahuan tentang pola persawahan tersebut dibawah oleh Rining Laban dari Makassar dan pola pengetahuan tentang irigasi dibawah dari Krayan, wilayah Long Midang. Sehingga menjadikan desa lung fala bisa dikatakan memiliki lahan persawahan yang cukup luas dibandingan dengan desa-desa lain yang ada di kecamatan mentarang hulu.

Persawahan bukan hanya sekedar lahan pertanian bagi masyarakat desa lung fala, tetapi juga merupakan jantung kehidupan masyarakat. Sawah merupakan sumber utama kehidupan bagi masyarakat, dimana dari hasil panen padi masyarakat desa lung fala bisa memenuhi kebutuhan pokok, juga bisa dijual kepada desa tetangga dan bisa diwariskan kepada generasi penerus. Persawahan merupakan warisan berharga yang perlu dijaga, karena keindahan dan manfaat yang sangat besar bagi setiap orang yang mengelolahkan nya. Dibalik hijau nya pemandangan persawahan menyimpan banyak kisah kerja keras petani.

 padi yang ditanam oleh masyarakat desa lung fala adalah padi Roti. Penyemaian dilakukan dengan cara tugal dilahan kering, sampai 15-20 hss (hari setelah semai). Persiapan pemindahan benih ke lahan sawah yang sudah di olah setelah 15-20 hss, Pemeliharaan masa generatif dimulai setelah 15 hst (hari setelah tanam) pengendalian gulma, pemupukan pertama pengendalian penyakit, dan seterusnya, 25 hst, 35 hst, 45 hst, dan 55 hst. Masa fegetatif tanaman dimulai 65 hst meliputi pengendalian hama dan penyakit bila tanaman terserang hama dan penyakit, 75 hst pemupukan, pengendalian hama penyakit, sampai 110-120 hst. Panen dilakukan dengan tradisional, dengan menggunakan Ani atau sabit. Penanganan pascapanen meliputi penjemuran hasil panen, perontokan bulir padi dari malai, setelah itu penjemuran ke dua dan penggilingan. Pemasaran hasil dilakukan melalui BUMDES.

Penulis: Ardila

Bagikan post ini: