Antara Arus dan Keindahan: Tantangan Jalur Sungai Menuju Desa Lung Fala
Desa Lung Fala merupakan desa paling hulu di Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Selain jalur SOA Udara, salah satu cara yang paling sering digunakan untuk mencapai desa ini adalah dengan menggunakan perahu ketinting, sebuah perahu tradisional yang dirancang untuk menavigasi sungai-sungai kecil dan berliku-liku. Namun, perjalanan ini tidaklah mudah, karena penuh dengan tantangan dan bahaya yang mengancam keselamatan penumpang.
Ketika air pasang, arus sungai
menjadi deras dan Faru’ (giram atau jeram) mulai terbentuk di beberapa
titik. Perahu ketinting harus berhati-hati melewati titik-titik tersebut untuk
menghindari terjebak dalam arus air yang kuat. Selain itu, jalur sungai yang tidak
konsisten dan berliku-liku juga menambah tingkat kesulitan perjalanan.
Sebaliknya, ketika air kecil,
jalur sungai menjadi tidak dapat dilewati oleh perahu ketinting. Pasir dan
batu-batu besar muncul di permukaan sungai, membuat perahu tidak dapat melaju
dengan lancar. Dalam beberapa kasus, penumpang bahkan harus turun dari perahu
dan mendorong atau menarik perahu melewati titik-titik dangkal.
Meskipun penuh dengan tantangan dan bahaya, perjalanan ke Desa Lung Fala menggunakan perahu ketinting tetaplah sebuah pengalaman yang menarik dan mempesona. Pemandangan alam yang indah dan kehidupan masyarakat desa yang sederhana dan ramah, membuat perjalanan ini menjadi sebuah petualangan yang tak terlupakan. Bagi mereka yang berani menghadapi tantangan dan bahaya, perjalanan ke Desa Lung Fala menggunakan perahu ketinting adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Dengan keindahan alam dan kehidupan masyarakat yang unik, desa Lung Fala menjadi sebuah destinasi yang menarik bagi para petualang dan pencinta alam.
Penulis: Ardila & Naufal
Baca juga:
Buah Manggis (Bua Kitung)
Buah Manggis (Bua Kitung)