Antara Arus dan Keindahan: Tantangan Jalur Sungai Menuju Desa Lung Fala

1757291168883.jpg

Desa Lung Fala merupakan desa paling hulu di Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Selain jalur SOA Udara, salah satu cara yang paling sering digunakan untuk mencapai desa ini adalah dengan menggunakan perahu ketinting, sebuah perahu tradisional yang dirancang untuk menavigasi sungai-sungai kecil dan berliku-liku. Namun, perjalanan ini tidaklah mudah, karena penuh dengan tantangan dan bahaya yang mengancam keselamatan penumpang.

Ketika air pasang, arus sungai menjadi deras dan Faru’ (giram atau jeram) mulai terbentuk di beberapa titik. Perahu ketinting harus berhati-hati melewati titik-titik tersebut untuk menghindari terjebak dalam arus air yang kuat. Selain itu, jalur sungai yang tidak konsisten dan berliku-liku juga menambah tingkat kesulitan perjalanan.

Sebaliknya, ketika air kecil, jalur sungai menjadi tidak dapat dilewati oleh perahu ketinting. Pasir dan batu-batu besar muncul di permukaan sungai, membuat perahu tidak dapat melaju dengan lancar. Dalam beberapa kasus, penumpang bahkan harus turun dari perahu dan mendorong atau menarik perahu melewati titik-titik dangkal.

Meskipun penuh dengan tantangan dan bahaya, perjalanan ke Desa Lung Fala menggunakan perahu ketinting tetaplah sebuah pengalaman yang menarik dan mempesona. Pemandangan alam yang indah dan kehidupan masyarakat desa yang sederhana dan ramah, membuat perjalanan ini menjadi sebuah petualangan yang tak terlupakan. Bagi mereka yang berani menghadapi tantangan dan bahaya, perjalanan ke Desa Lung Fala menggunakan perahu ketinting adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Dengan keindahan alam dan kehidupan masyarakat yang unik, desa Lung Fala menjadi sebuah destinasi yang menarik bagi para petualang dan pencinta alam.

Penulis: Ardila & Naufal

Bagikan post ini: