Pembangunan Bronjong di Desa Lung Fala

1788792023475.jpeg
Gambar: Bronjong Yang telah disusun bersama masyarakat. ( Oktaviana ) Sumber: https://lungfala.desa.id/

Pembangunan bronjong dilakukan di Desa Lung Fala, Kecamatan Mentarang Hulu, tepatnya di pinggir Sungai Nagabor pada bagian tebing yang terus mengalami pengikisan oleh aliran air. Bronjong merupakan keranjang kawat yang diisi batu dan dipasang untuk menahan tanah di pinggir sungai agar tidak terus longsor. Pembangunan ini dimulai pada awal Juli 2026 setelah sebagian tanah yang terkikis air mengalami longsor hingga mencapai dermaga. Kondisi tersebut menjadi alasan perlunya pemasangan bronjong agar pengikisan tidak semakin meluas ke arah dermaga dan lahan di sekitarnya.

Pembangunan bronjong melibatkan masyarakat setempat bersama pekerja yang dibawa oleh kontraktor. Tahap awal dilakukan dengan menyiapkan dan mengangkut material yang dibutuhkan. Kawat bronjong diangkut dari Malinau menuju Long Berang menggunakan perahu longboat, kemudian dilanjutkan dari Long Berang ke Lung Fala menggunakan perahu ketinting. Sementara itu, batu sebagai bahan pengisi bronjong dikumpulkan dari sekitar lokasi. Ketika persediaan batu di dekat lokasi sudah habis, masyarakat mengambil batu dari bagian sungai di hilir, hulu, atau lokasi lain yang masih tersedia, kemudian mengangkutnya menggunakan perahu.

Sebelum digunakan, batu-batu besar yang berada di dasar sungai terlebih dahulu dipecah menggunakan amar. Pecahan batu tersebut kemudian dikumpulkan kembali untuk mengisi keranjang bronjong. Untuk bagian timbunan, batu ditakar terlebih dahulu, kemudian diangkut satu per satu secara manual menuju lokasi. Pada bagian belakang lokasi yang masih jauh dan dalam, batu ditimbunkan lebih dahulu hingga permukaannya rata. Setelah kondisi permukaan cukup rata, pemasangan keranjang bronjong mulai dilakukan mengikuti bagian tebing yang akan diperkuat.

Keranjang kawat diisi dengan batu hingga penuh, kemudian bagian atasnya diikat rapat. Keranjang yang telah terisi selanjutnya disusun berjajar dan bertingkat mengikuti bentuk tebing. Proses tersebut dilakukan secara berulang, mulai dari mengambil keranjang kosong, mengisinya dengan batu, mengikat bagian atasnya, hingga menyusunnya pada bagian yang telah ditentukan. Apabila masih terdapat ruang kosong di bagian belakang susunan bronjong, ruang tersebut kembali ditimbun menggunakan batu.

Pembangunan bronjong di pinggir Sungai Nagabor hingga saat ini masih berlangsung, sementara waktu penyelesaiannya belum dapat dipastikan karena bergantung pada kecepatan pekerja. Pemasangan bronjong dilakukan pada bagian tepi sungai yang terus mengalami pengikisan, terutama di lokasi yang longsorannya telah mencapai dermaga. Melalui pekerjaan tersebut, bagian tebing yang terdampak pengikisan sedang diperkuat dengan susunan batu dalam keranjang kawat agar tanah di tepi sungai dapat tertahan.

Bagikan post ini: